Kamis, 10 Maret 2016

Cerita Sang Cenayang


Ada cerita baru,

Katanya....

Di WC pabrik tahu itu sekarang banyak mahluk halusnya. Gara-garanya banyak orang baru bermunculan di pabrik itu. Selidik punya selidik ternyata mereka memang buruh harian lepas yang lagi dipekerjakan oleh pabrik tahu itu. Ada orderan besar yang di dapat pabrik tahu itu, sehingga pabrik itu merekrut banyak buruh harian lepas. Sayang, akibat banyaknya buruh harian lepas, kabarnya ini mengganggu  kehidupan mahluk halus yang sebelumnya hidup tenang, tentrem, dan damai. Gara-gara kebanjiran orang baru di pabrik itu, kabarnya para mahluk halus mulai terusik dari dunia fananya. Sekarang mulai banyak buruh yang kesurupan. Ada yang kesurupan minta dikasih roti dan kopi panas. Ada yang kesurupan minta digendong dan diantar pulang, entah diantar pulang ke mana. Ada juga yang kesurupan menangis dan meraung-raung atau malah marah-marah sambil bertolak pinggang. Dan ada yang kesurupan yang hanya kejet-kejet doang, kemudian tak sadarkan diri. Berbagai jenis kesurupan melanda pabrik tahu ini.

Dan sejak kehadiran buruh harian lepas ini, sungguh suasana menjadi mencekam. Siang bolong mau ke WC saja harus berdua, jalan sendiri rasanya ada yang glendotin di pundak, pundak rasanya berat. Bulu roma berdiri, muncul adegan seram dalam bayangan atau mereka-reka tiba-tiba saja ada mahluk menyeramkan lagi nyengir di pojokan atau lagi melotot dengan wajah menyeramkan atau mungkin ada pocong yang sedang berdiri mematung di pojok WC. Waah... pokoknya semua adegan seram tercipta di benak para buruh.



Where are you...???

Menurut salah salah satu buruh harian lepas yang konon bisa melihat mahluk dunia lain, sebutlah si Puspawati, dengan gaya bak seorang cenayang internasional (kata wikipedia : Cenayang adalah orang yang dapat berhubungan dengan makhluk halus. Kemampuan cenayang adalah mendapatkan informasi, energi, atau kekuatan di dalam kesadaran kosmik, serta kemampuan untuk memanfaatkan informasi, energi, atau kekuatan yang telah di peroleh) ia bilang mahluk-mahluk halus itu banyak bertebaran di pabrik, ada yang lagi duduk-duduk di tangga sambil mengamati orang yang kerja, ada yang di pojokan dekat tong sampah berdiri sambil melotot, ada juga yang berjalan-jalan bak pragawati - seperti si Ningsih pragawatiwan seorang waria asal Tigaraksa - hilir mudik di antara buruh-buruh yang sedang bekerja dengan peluh mengucur dari tubuh mereka karena panasnya cuaca. Banyak ragam mahluk halus ia dapat lihat. Dari yang menyeramkan hingga yang rupawan.

Kalau lihat yang kayak begini mah, mendingan kabur
Atau yang seperti ini?














Kalau yang seperti ini sih, mauuu!



Buat cowok sih, maunya penampakannya seperti ini



Hingga suatu hari, ketika hari mulai gelap, waktu menunjukan pukul tujuh malam, tiba-tiba saja peett, listrik padam. Semua gelap gulita. Hanya lampu emergency yang menyala dengan nyalanya yang temaram menerangi sekitar. Bayangan-bayangan dari gerombolan para buruh yang duduk berderet menambah suasana mencekam.

"Ah, saya kebelet pengen pipis nih," kata salah satu buruh pada sang Cenayang seraya cengar-cengir menahan kebelet.
"Yuuk bareng sama saya, saya juga kebelet pipis," sambut Puspawati sang Cenayang.
"Tapi, saya mau ke WC nya yang sebelah kiri, yang sebelah kanan gelap gulita banget," tambah si buruh sambil berjalan menuju WC yang letaknya berada di sebelah kiri.
"Iya, yang kiri saja agak terang," balasnya.

Di WC.

"Kita ke WC nya barengan aja, kita kan sama-sama perempuan," kata sang Cenayang.
"Ah jangan, saya duluan saja, kamu tunggu saya di luar pintu," balas si buruh.
Tanpa banyak kata si buruh masuk ke WC, mau tak mau sang Cenayang menantinya di balik pintu tanpa bisa memaksa. Tak berapa lama pintu terbuka.
"Tuh mbak, masuk," seru si buruh alisnya terangkat mengisyaratkan agar si Cenayang masuk dan ia menantinya di luar. Di luar dugaan, ternyata pintu WC tak ditutup sama sekali, sang Cenayang asal jongkok saja mengeluarkan hajat kecilnya tanpa malu-malu, sedang si buruh hanya mengerutkan alisnya tanda tak menyangka jika sang Cenayang akan berlaku senekad itu, alias malu-maluin. "Tampaknya dia takut nih sama mahluk halus, padahal dia kan bisa melihat mahluk halus," pikir si buruh, tampak wajahnya sedikit kebingungan menyaksikan pemandangan aneh bin nyata ini.

Gaya sang Cenayang

Singkat cerita.

Listrik masih padam. Perbincangan masih berlangsung antar para buruh, termasuk si Cenayang dan salah satu rekan buruh. Terdengar cerita dari si Cenayang pada si buruh, entah cerita benar entah bohong.

"Saya nih bu, dulu kuliah di LEPISI  (Sekolah Tinggi terletak di kota Tangerang), saya juga pernah kuliah di UI (Universitas Indonesia) ambil jurusan matematika selama satu tahun, kemudian saya keluar karena saya dikirim ke Korsel oleh Boss saya," katanya dengan bangga. Hanya anggukan kepala dan gumaman "Oh" saja respon si buruh. Mungkin ia bingung, seorang cenayang lulusan LEPISI, pernah kuliah di UI, katanya bisa melihat mahluk halus sejenis kuntilanak, jurig jarian, genderewo, sering ngobatin orang kesurupan, mengusir arwah orang kesurupan deelel deh. Tapi, kencing aja takut, pake acara pintu dibuka dan main jongkok sembarangan. Ckckck... ieu kumaha ieu...! Cenayang asli atau palsu yeuh?

Bisa, diambil kesimpulan bahwa si Cenayang tergolong orang mengerti, orang berpendidikan. Tapi, kenapa ia takut waktu ia ke WC? Bukankah ia bisa melihat mahluk halus itu. Apa yang mereka lakukan ketika terjadi padam listrik itu? Kenapa juga si Cenayang ketakutan ketika pipis di hari padam listrik itu?

Sebuah teka-teki.

Oya, kabarnya beberapa hari lalu ia bercerita pundaknya rasanya berat, menurutnya ia diglendotin mahluk halus, hingga pundaknya berat. Kemudian, mahluk halus itu turun dari pundaknya dan berdiri di dekat tong sampah persis di depan pintu masuk ke WC. Mahluk halus itu hanya berdiri dan memelototinya.

Hahhaha... Cenayang, hati-hati nanti si mahluk halus malah minta dikelonin lho!




Salam,
Auntie 'eMDi' Dazzling


Tidak ada komentar:

Posting Komentar